Selasa, November 24, 2009

My achievement part 1


Tanamkan Kesadaran Pentingnya SafetySabtu, 14/07/07 06:28:10 AM




Dewi Adriani, Duta Safety INACA 2007





Begitu disebut nama Dewi, sekaligus diumumkan mendapat anugerah Best Stewardess INACA 2007, wajah gadis kelahiran Jakarta, 6 Januari 1986 itu berbinar-binar. Pramugari Mandala Airlines ini berjanji akan menanamkan kesadaran soal pentingnya keamanan penerbangan. Bagaimana hal itu dia lakukan?DALAM ajang itu, gadis cantik ber­nama lengkap Dewi Andriani, lang­sung dikerubutin wartawan. Da­ra manis bertubuh tinggi yang akrab dipanggil Dewi memang di­no­batkan menjadi Duta Safety aso­siasi maskapai penerbangan na­sio­nal (INACA) 2007. Pe­no­ba­tan itu merupakan yang per­ta­ma­­kali diselenggarakan oleh INACA. Tugas utamanya meng­kam­­panyekan pe­ne­rapan asas ke­­se­la­­­matan dan ke­amanan pener­­bang­an. Sementara itu, dari pramugari si bu­­rung besi plat merah, Garuda In­do­­nesia, tidak mengirimkan wa­kil­nya, sehingga nominasi duta sa­fety dikuasai maskapai swasta saja.Wanita yang masih duduk di bangku kuliah dan baru memasuki se­mester lima di Universitas Ter­bu­ka jurusan Komunikasi itu, satu ta­hun ke depan akan mengemban tu­gas untuk mengkampanyekan se­putar keselamtan penumpang saat berada di atas pesawat.Dewi yang baru bergabung dan men­jadi pramugari tiga tahun lalu di maskapai Mandala Airlines, me­nyisihkan 46 pramugari lainnya pa­da ajang pemilihan Duta Safety yang diselengarakan INACA (Indo­nesia National Air Carrier) di Nusa Dua Bali, beberap waktu lalu.Wanita lulusan SMU Mojo­ker­to, Jawa Timur, ini mengakui, ke­sa­daran penumpang udara Indonesia akan keselamatan (safety) ma­sih rendah, buktinya masih banyak yang menggunakan telepon geng­gam di pesawat dan langsung ber­diri, padahal pesawat belum benar-be­nar berhenti.Saat dinobatkan sebagai Duta Sa­fety maskapai penerbangan di Ta­nah Air, Dewi akan men­so­sia­li­sa­sikan dan menyadarkan para pe­numpang akan pentingnya ‘sa­fe­ty’. Wanita yang bergabung di pe­rusahaan penerbangan swasta, Man­dala Airlines sejak tiga tahun lalu, mengakui, kesadaran ‘safety’ penumpang udara Indonesia masih sangat rendah. Dia mencontohkan, di dalam pesawat masih banyak ditemui telepon genggam yang menyala. Padahal awak kabin sebelum be­rangkat sudah mengumumkan ke­­pada penumpang agar me­mati­kan ponselnya, karena me­ng­ganggu sis­tem navigasi. rm


Thanx to Rakyat merdeka, for typed many good things about me, about the achievement...
just want to remember this beautiful moment of mine... on july 5th 2007.